Released in 2010, "Despicable Me" is an animated comedy film produced by Illumination Entertainment and Universal Pictures. The movie follows the story of Gru, a supervillain who devises a plan to steal the moon. Gru's (voiced by Steve Carell) life takes an unexpected turn when he adopts three girls, Margo (voiced by Miranda Cosgrove), Edith (voiced by Dana Zahredka), and Agnes (voiced by Elsie Fisher), in an attempt to gain a family.

Unlike Western releases, the Indonesian version softened some physical violence (e.g., Gru’s frequent shoving of Dr. Nefario was changed to lighter pushes) and removed brief mild innuendo. More notably, the "Bank of Evil" joke was replaced with a reference to a local corruption stereotype — "Bank Sliwer" (slang for untrustworthy institution) — turning a generic joke into sharp local satire.

Comprehensive Guide to Despicable Me 1 Dubbing Indonesia The localized version of allows millions of Indonesian families to fully experience the comedic brilliance of Gru and his Minions. While the original English audio stars Steve Carell, localizing the script into Bahasa Indonesia requires exceptional vocal talent to match the animation's timing and emotional beats. Why the Indonesian Dub of Despicable Me Matters

Terus pantau jadwal acara RCTI, GTV, atau Trans7 untuk menikmati kembali petualangan Gru, Margo, Edith, Agnes, dan tentu saja, para Minions dalam bahasa Indonesia yang akrab di telinga.

and was produced by Illinois (the dubbing studio for Universal Pictures in Indonesia). It was released on:

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai aspek penyulihan suara Despicable Me 1 ke dalam bahasa Indonesia, para pengisi suara di baliknya, serta pengaruhnya terhadap audiens lokal. Sejarah Tayang dan Konteks Dubbing di Indonesia

Pada versi yang sering diputar di HBO Asia Timur serta beberapa stasiun televisi nasional, karakter utama diisi oleh pengisi suara kawakan:

adalah salah satu film animasi paling sukses di dunia. Kisah Gru, tiga anak yatim piatu (Margo, Edith, Agnes), dan para Minion yang lucu berhasil memikat hati jutaan penonton. Di Indonesia, popularitas film ini melonjak tajam bukan hanya karena cerita aslinya yang bagus, tetapi juga berkat kualitas dubbing Indonesia (sulih suara) yang sangat ikonik saat ditayangkan di televisi swasta seperti RCTI dan Global TV (GTV).

Despicable Me reached Indonesian audiences in theaters shortly after its global release. According to multiple sources, the film was screened in Indonesian cinemas starting from July 9, 2010. The theatrical release was presented in English, a common practice in the country at the time, relying on subtitles to bridge the language gap.

Dialog antar karakter anak-anak menggunakan bahasa sehari-hari yang tidak kaku.

Untuk melihat bagaimana para aktor Indonesia menggantikan peran aktor Hollywood, berikut adalah tabel komparasi aktor pengisi suara utama: Pengisi Suara Asli (Bahasa Inggris) Pengisi Suara Indonesia (Versi Utama) Steve Carell Elias Siswanto Vector Jason Segel Jumali Jindra Margo Miranda Cosgrove Lis Kurniasih / Jessy Millianty Edith Dana Gaier Sani Oktania Agnes Elsie Fisher Maria Cicilia / Siti Balqis Dr. Nefario Russell Brand Arya Samaji Pengaruh Bahasa Indonesia dalam Semesta Minions

Coffin purposefully included Indonesian words in the Minions' gibberish, such as "terima kasih" (thank you), "kemari" (come here), and "nasi goreng" (fried rice) because he finds the language beautiful.

: Dubber Indonesia dikenal memiliki kemampuan regulasi emosi vokal yang tinggi. Rasa frustrasi Gru saat mengasuh anak, tangisan Agnes, hingga tawa jahat Vector terdengar sangat organik dan tidak kaku.

Despicable Me (2010) adalah film animasi komedi keluarga yang berkisah tentang Gru, seorang penjahat ulung yang merencanakan pencurian bulan. Di Indonesia, film ini populer dan menjangkau audiens lebih luas berkat dubbing bahasa Indonesia yang memungkinkan anak-anak dan keluarga menikmati dialog dan humor tanpa hambatan bahasa.

Дополнительно

Избранное

Вы смотрели

Поиск

Обратный звонок

Despicable Me 1 Dubbing Indonesia -

Released in 2010, "Despicable Me" is an animated comedy film produced by Illumination Entertainment and Universal Pictures. The movie follows the story of Gru, a supervillain who devises a plan to steal the moon. Gru's (voiced by Steve Carell) life takes an unexpected turn when he adopts three girls, Margo (voiced by Miranda Cosgrove), Edith (voiced by Dana Zahredka), and Agnes (voiced by Elsie Fisher), in an attempt to gain a family.

Unlike Western releases, the Indonesian version softened some physical violence (e.g., Gru’s frequent shoving of Dr. Nefario was changed to lighter pushes) and removed brief mild innuendo. More notably, the "Bank of Evil" joke was replaced with a reference to a local corruption stereotype — "Bank Sliwer" (slang for untrustworthy institution) — turning a generic joke into sharp local satire.

Comprehensive Guide to Despicable Me 1 Dubbing Indonesia The localized version of allows millions of Indonesian families to fully experience the comedic brilliance of Gru and his Minions. While the original English audio stars Steve Carell, localizing the script into Bahasa Indonesia requires exceptional vocal talent to match the animation's timing and emotional beats. Why the Indonesian Dub of Despicable Me Matters

Terus pantau jadwal acara RCTI, GTV, atau Trans7 untuk menikmati kembali petualangan Gru, Margo, Edith, Agnes, dan tentu saja, para Minions dalam bahasa Indonesia yang akrab di telinga. despicable me 1 dubbing indonesia

and was produced by Illinois (the dubbing studio for Universal Pictures in Indonesia). It was released on:

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai aspek penyulihan suara Despicable Me 1 ke dalam bahasa Indonesia, para pengisi suara di baliknya, serta pengaruhnya terhadap audiens lokal. Sejarah Tayang dan Konteks Dubbing di Indonesia

Pada versi yang sering diputar di HBO Asia Timur serta beberapa stasiun televisi nasional, karakter utama diisi oleh pengisi suara kawakan: Released in 2010, "Despicable Me" is an animated

adalah salah satu film animasi paling sukses di dunia. Kisah Gru, tiga anak yatim piatu (Margo, Edith, Agnes), dan para Minion yang lucu berhasil memikat hati jutaan penonton. Di Indonesia, popularitas film ini melonjak tajam bukan hanya karena cerita aslinya yang bagus, tetapi juga berkat kualitas dubbing Indonesia (sulih suara) yang sangat ikonik saat ditayangkan di televisi swasta seperti RCTI dan Global TV (GTV).

Despicable Me reached Indonesian audiences in theaters shortly after its global release. According to multiple sources, the film was screened in Indonesian cinemas starting from July 9, 2010. The theatrical release was presented in English, a common practice in the country at the time, relying on subtitles to bridge the language gap.

Dialog antar karakter anak-anak menggunakan bahasa sehari-hari yang tidak kaku. Comprehensive Guide to Despicable Me 1 Dubbing Indonesia

Untuk melihat bagaimana para aktor Indonesia menggantikan peran aktor Hollywood, berikut adalah tabel komparasi aktor pengisi suara utama: Pengisi Suara Asli (Bahasa Inggris) Pengisi Suara Indonesia (Versi Utama) Steve Carell Elias Siswanto Vector Jason Segel Jumali Jindra Margo Miranda Cosgrove Lis Kurniasih / Jessy Millianty Edith Dana Gaier Sani Oktania Agnes Elsie Fisher Maria Cicilia / Siti Balqis Dr. Nefario Russell Brand Arya Samaji Pengaruh Bahasa Indonesia dalam Semesta Minions

Coffin purposefully included Indonesian words in the Minions' gibberish, such as "terima kasih" (thank you), "kemari" (come here), and "nasi goreng" (fried rice) because he finds the language beautiful.

: Dubber Indonesia dikenal memiliki kemampuan regulasi emosi vokal yang tinggi. Rasa frustrasi Gru saat mengasuh anak, tangisan Agnes, hingga tawa jahat Vector terdengar sangat organik dan tidak kaku.

Despicable Me (2010) adalah film animasi komedi keluarga yang berkisah tentang Gru, seorang penjahat ulung yang merencanakan pencurian bulan. Di Indonesia, film ini populer dan menjangkau audiens lebih luas berkat dubbing bahasa Indonesia yang memungkinkan anak-anak dan keluarga menikmati dialog dan humor tanpa hambatan bahasa.