(bahasa Kitab Kuning) yang sering digunakan oleh khatib di Patani.
Maka di Patani ni, kita ni sama-sama Melayu, sama-sama Islam, sama-sama dalam kesusahan. Janganlah kita bertelingkah sesama sendiri. Pertahankanlah masjid, pertahankanlah khutbah Jumat dalam bahasa Jawi kita ini. Kerana bahasa Jawi ni adalah bahasa syurga dunia kita. Ia mengingatkan kita kepada siapa kita, dari mana kita datang, dan ke mana kita akan pergi."
Wahai kaum Muslimin yang dirahmati Allah,
(Ditulis dalam aksara Rumi untuk memudahkan pembacaan, namun aslinya dalam aksara Jawi)
This public link is valid for 7 days and shares a thread, including any personal information you added. This link or copies made by others cannot be deleted. If you share with third parties, their policies apply. Can’t copy the link right now. Try again later. khutbah jumat jawi patani
Penulisan kata-kata Melayu masih mempertahankan kaidah ejaan Jawi kuno yang diwariskan dari kitab-kitab tulisan tangan ulama terdahulu.
— for local/Patani audience
Menggunakan lafal Arab yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun, di balik ketahanannya, khutbah Jumat Jawi Patani juga menghadapi tantangan, terutama dari segi kebijakan dan persepsi. Hingga tahun 2020, kelompok Muslim di Thailand selatan masih harus berjuang meminta pemerintah untuk menyatakan hari Jumat sebagai hari suci bagi umat Islam dan hari libur umum, serta meminta agar bahasa Melayu dideklarasikan sebagai bahasa resmi provinsi Pattani, Yala, Narathiwat, dan Songkhla. (bahasa Kitab Kuning) yang sering digunakan oleh khatib
وقوموا الى صلاتكم رحمكم الله (Wa qūmū ilā ṣalātikum raḥimakumullāh). Dan berdirilah kamu untuk mendirikan sembahyang, semoga Allah merahmatimu.
Secara umum, struktur teks khutbah Jumat, termasuk yang berbahasa Jawi, mengikuti pola baku yang telah ditetapkan. Rukun khutbah terdiri dari pujian kepada Allah SWT (hamdalah), dua kalimat syahadat, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, wasiat takwa, pembacaan ayat Al-Qur’an, dan doa untuk kaum muslimin. Khutbah Jumat Jawi Patani, dengan setia mengikuti kaidah ini, namun diperkaya dengan sentuhan lokal yang membuatnya unik dan dekat dengan jamaahnya.
Which would you like?
: The Khutbah Jumat Jawi Patani serves as a unifying force, bringing the community together in a shared spiritual experience. The sermon fosters a sense of belonging, solidarity, and social cohesion among Muslims in Patani. This link or copies made by others cannot be deleted
Wan Hashim Wan Teh — "The Role of the Friday Sermon (Khutbah) in the Malay-Muslim Community" (journal article/book chapter)
Sebelum menyelami kekhasannya di Patani, kita perlu memahami apa itu khutbah Jumat. Khutbah merupakan salah satu bentuk dakwah yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam. Sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan salat Jumat, khutbah ini berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan agama, nasihat, dan bimbingan moral kepada jamaah. Khutbah Jumat memiliki lima rukun utama yang harus dipenuhi untuk memastikan khutbah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Kelima rukun tersebut adalah: mengucapkan pujian kepada Allah (hamdalah), membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW, berwasiat untuk bertakwa (wasiyat bit-taqwa), membaca ayat suci Al-Qur'an, dan berdoa untuk umat Muslim. Inilah standar universal yang menjadi landasan setiap khutbah di seluruh dunia. Lantas, di manakah letak keunikan khutbah Jumat Jawi Patani?
Mencari dan memahami khutbah Jumat jawi patani bukanlah sekadar usaha untuk mendapatkan teks khutbah mingguan. Ia adalah ikhtiar untuk menghidupkan kembali roh perjuangan budaya yang lembut namun kuat. Ia adalah pengakuan bahawa Islam tidak datang untuk memusnahkan identitas setempat, tetapi untuk mengisinya dengan nilai-nilai ketuhanan.